Rectangle 3
SERU DAN GAMPANG! GIMANA SIH PLTA BIKIN LISTRIK?

Hai sobat surya! kamu pasti udah familiar banget nih terkait PLTA? yaps betul sekali, Pembangkit Listrik Tenaga Air. Dimana kita memanfaatkan air untuk menghasilkan listrik. Nah, gimana caranya kok bisa cuma pakai air, listrik jadi muncul? Eits, komponennya nggak cuma air ya sobat surya! tapi ada komponen lain yang saling kerjasama membuat menghasilkan listrik. Nah, pada artikel kali ini kita akan bahas terkait komponen-komponen yang ada di PLTA, cara kerjanya, sampai keuntungan dan kekurangan punya PLTA. Berikut komponen utama yang ada pada PLTA: 

  • Bendungan atau Dam

Bendungan itu kaya pembatas air yang dipakai buat nahan aliran sungai, membentuk waduk gitu. Lalu airnya disimpan di waduk itu buat dikirim ke turbin PLTA.

  • Pipa

Saluran air atau penstock adalah pipa atau saluran besar. Tujuannya untuk ngalirin air dari waduk ke turbin. Nah, air yang ngalir lewat saluran ini punya tekanan tinggi, yang berguna banget buat bikin turbin bergerak.

  • Turbin

Turbin adalah perangkat mekanis yang berputar karena aliran air yang mengenainya. Gerakan putaran turbin yang dipakai buat ngehasilin energi mekanis yang akan diubah jadi energi listrik.

  • Generator

Generator adalah perangkat yang mengubah energi mekanis dari turbin jadi energi listrik. Generator ngehasilin arus listrik yang dapat dialirkan ke jaringan listrik.

  • Jalur Taransmisi

Stasiun transformator ini gunanya buat ngatur tegangan listrik yang dihasilkan oleh generator, biar jadi tegangan yang cocok untuk disalurkan ke seluruh jaringan listrik. Setelah itu, listriknya dialirkan dari PLTA ke rumah-rumah atau industri.

Nah, cara PLTA ngehasilin listrik itu begini, dalam proses PLTA, kita bikin seoptimal mungkin pemakaian energi kinetik air untuk bikin listrik. Pakai dinding air yang menahan sungai, dan dibuat kolam air sementara, tujuannya untuk menyimpan air sebentar. Setelah itu, air yang disimpan dialirkan ke mesin PLTA, dimana tenaga gerak airnya menjadi tenaga gerak mesin. Mesin ini nyambung ke generator, jadi bisa bikin listrik yang langsung masuk ke jaringan listrik. Dengan cara ini, PLTA jadi sumber energi terbarukan yang punya dampak positif buat pasokan listrik yang berkelanjutan.

Berdasarkan Modul Pembelajaran Pembangkit Tenaga Listrik dari Universitas Negeri Yogyakarta, ada dua faktor yang berpengaruh pada jumlah energi listrik yang dihasilkan oleh PLTA. Pertama, tingginya tempat jatuh air. Semakin tinggi tempat jatuhnya air, semakin besar energi potensial yang dihasilkan. Kedua, banyaknya air atau debit air. Semakin banyak air yang mengalir, semakin cepat juga putaran turbin yang berdampak pada peningkatan energi listrik yang dihasilkan. PLTA juga mempunyai kelebihan dan kekurangan, diantaranya adalah:

Kelebihan PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air):

1. Energi Bersih dan Terbarukan

PLTA menggunakan sumber daya air yang merupakan energi bersih dan terbarukan, nggak ngehasilin emisi gas rumah kaca atau polusi udara selama proses pembangkitan listrik.

2. Stabilitas Pasokan Energi

PLTA nyediain pasokan listrik yang stabil karena nggak terlalu dipengaruhi oleh fluktuasi musiman atau cuaca. Jadi, tenaganya selalu bisa diandalkan.

3. Biaya Operasional Rendah

Setelah tahap konstruksi selesai, biaya operasional PLTA cenderung rendah. Hal ini karena bahan bakar (air) gratis dan perawatan relatif mudah.

4.Kemampuan Penyimpanan Energi

PLTA dapat menyimpan energi dalam bentuk air di waduk, memungkinkan pengaturan produksi listrik sesuai dengan kebutuhan, termasuk dalam situasi puncak permintaan.

5. Pengendalian Banjir dan Irigasi

PLTA dapat digunakan untuk mengendalikan banjir dan penyediaan air irigasi, memberikan manfaat tambahan kepada masyarakat dan lingkungan.

6. Pembangunan Ekonomi Lokal

Proyek PLTA dapat menciptakan lapangan pekerjaan selama tahap konstruksi dan operasional, memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal.

7. Infrastruktur Umur Panjang

Infrastruktur PLTA, seperti bendungan dan turbin, memiliki umur pakai yang panjang jika dirawat dengan baik. Memberikan kestabilan dan ketahanan jangka panjang.

Selain kelebihan, PLTA juga memiliki kekurangan yang perlu diperhatikan, antara lain:

1. Dampak Lingkungan

Pembangunan bendungan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap ekosistem sungai, seperti perubahan pola aliran air, hilangnya habitat, dan potensi perubahan suhu air.

2. Relokasi Penduduk

Pas bikin bendungan, mungkin ada urusan relokasi buat yang tinggal di wilayah yang bakal kegenang. Ini bisa menimbulkan dampak sosial dan ekonomi, perlu dikelola dengan hati-hati. 

3. Keterbatasan Lokasi

PLTA hanya bisa dibangun di tempat-tempat yang memiliki potensi air yang cukup besar. Jadi, lokasinya terbatas.

4. Ketergantungan pada Musim Hujan

Kinerja PLTA dapat dipengaruhi oleh musim hujan atau kemarau yang dapat mempengaruhi ketersediaan air.

5. Biaya Investasi Awal Tinggi

Meskipun biaya operasionalnya rendah, investasi awal untuk membangun PLTA bisa sangat tinggi, sehingga diperlukan dukungan finansial yang besar.

6. Pengaruh Terhadap Migrasi Ikan

Struktur bendungan kadang bisa mengganggu lalu lintas ikan, pengaruhnya bisa sampai ke populasi ikan dan ekosistem sungai.

7. Resiko Pemutusan Pasokan

Kalau hulu sungai terputus pasokan airnya, bisa menimbulkan efek ke ekosistem dan kehidupan hewan serta tumbuhan di hilir sungai.

8. Pengaruh Terhadap Arus Sedimen

PLTA dapat mengurangi aliran sedimen sungai, dan dampaknya bisa ngena ke pembentukan delta dan proses alamiah sungai loh.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mempertimbangkan dan mengelola dampak ini dengan bijak untuk memastikan bahwa PLTA dapat memberikan manfaat sekaligus meminimalkan dampak negatifnya. Nah, berdasarkan yang sudah kita bahas, apakah kamu tertarik untuk membangun PLTA?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *