Rectangle 3
Menggaungkan LFP dan Anti Nikel pada Debat Pilpres 2024? Yuk Simak Dua Istilah Tersebut!

Hallo sobat surya! Lagi demam pemilu nih. Ada yang nonton debat cawapres ke-4 (21/01/24) kemarin? 

Dikutip dari situs resmi KPU, Komisioner KPU RI, August Mellaz mengumumkan ada 6 penataan tema pada debat ke-4 untuk cawapres. Diantaranya pembangunan berkelanjutan dan lingkungan hidup, sumber daya alam dan energi, pangan, agraria, masyarakat adat, dan desa.

Pada saat pelaksanaan debat di Minggu (21/1) malam, cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka menanyakan kepada cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar terkait LFP. “Paslon nomor 1 dan tim suksesnya sering menggaungkan LFP (Lithium Ferro Phosphate) saya nggak tau ini, pasangan nomor 1 ini anti nikel atau gimana?” Ucap Gibran di debat cawapres 2024, Jakarta Convention Center, Minggu (21/1/24).

Mungkin sebagian dari sobat surya ada yang bertanya-tanya nih, apa sih LFP itu? dan apa bedanya sama nikel? mari kita sama-sama bahas pada artikel ini. 

Lithium Ferro Phosphate (LiFePO4) itu berbahan baku besi dan lithium yang tidak lagi menggunakan nikel sebagai komponen utamanya. LFP adalah jenis baterai lithium-ion yang umum digunakan sebagai bahan baku komponen kendaraan listrik untuk penyimpanan energi. Baterai ini dikenal karena keamanannya, umur siklus yang panjang, dan kinerja yang stabil. 

Komponen utama pada baterai lithium ion yang menggerakkan kendaraan listrik adalah katoda. Nah, katoda ini yang nentuin berapa banyak energi yang bisa disimpan dan seberapa cepat bisa diisi baterainya. kebanyakan katoda baterai lithium ion terbuat dari nikel dan juga kobalt, yang harganya agak mahal. Tapi, kalo katodanya pakai besi dari Lithium Ferro Phosphate (LFP), gak ada nikel dan kobalt alhasil bikin biaya produksinya jadi lebih murah. Meskipun ya, katoda LFP ini punya energi yang lebih rendah dan isi baterai agak lambat dibanding yang pakai nikel.

Baterai Lithium Ferro Phosphate ini biasanya dipake di mobil listrik, drone, dan penyimpanan energi. Baterai ini keren banget, handal, dan tahan lama. Jadi cocok banget buat yang butuh baterai yang awet dan selalu tampil maksimal.

Baterai mobil listrik itu ada banyak tipe, ada NMC, NCA, LFP, LCO, dll. ini semua singkatan dari kandungan. kalau yang ada N nya itu artinya ada Nikel. NMC itu emang lebih menang di energy density maksudnya untuk ukuran yang sama itu jarak tempuhnya lebih jauh dibanding dengan LFP. Speed pengecasan pun juga lebih cepat. tetapi NMC lebih mahal daripada LFP, dan LFP juga lebih aman dan tahan lama. jadi tergantung dengan kebutuhan konsumen. Biasanya, LFP ini dipakai buat mobil listrik yang biasa dipake sehari-hari, motor listrik, ataupun sepeda listrik buat bantu energi terbarukan. Tapi ada beberapa kasus LFP ngga bisa gantiin baterai nikel. Kobalt mangan dan nikel kobalt aluminium masih jadi pilihan buat kendaraan listrik yang lebih mahal dan juga jauh tempuh, karena kepadatan energinya yang lebih tinggi.

Ada beberapa perbedaan antara lithium ferro phosphate sama baterai nikel nih, yuk kita bahas!

  1. Bahan Baku
  • LFP: Pakai besi fosfat sebagai katoda.
  • Baterai Nikel: Pakai campuran nikel, kobalt, mangan, dan aluminium sebagai katoda, tergantung jenis baterai nikel tertentu.
  1. Kepadatan Energi:
  • LFP: Biasanya LFP punya energi yang 30%-40% lebih rendah dari baterai nikel. Jadi, jarak tempuh mobil listrik yang pakai LFP jadi lebih dikit.
  • Baterai Nikel: Biasanya punya kepadatan energi yang lebih tinggi, memberikan kapasitas penyimpanan energi yang lebih besar.
  1. Umur Siklus:
  • LFP: Dikenal untuk umur siklus yang panjang, artinya dapat mengalami lebih banyak siklus pengisian dan pengosongan tanpa mengalami degradasi yang signifikan.
  • Baterai Nikel: Memiliki umur siklus yang baik, tetapi umumnya kurang tahan lama daripada LFP dalam jumlah siklus yang sama.
  1. Keamanan Termal:
  • LFP: LFP safety banget! Dikenal aman di suhu tinggi, jadi risiko kebakaran atau masalah thermal runaway lebih minim. 
  • Baterai Nikel: Risikonya lumayan lebih tinggi, terutama kalo lagi nge-charge atau nge-kosongin baterainya dengan cepet. 
  1. Harga:
  • LFP: Umumnya lebih terjangkau secara ekonomi dibandingkan baterai nikel.
  • Baterai Nikel: Biasanya lebih mahal, terutama jenis baterai yang pakai nikel, kobalt, dan mangan.
  1. Performa pada Suhu Ekstrim:
  • LFP: Lebih stabil dan punya performa baik pada suhu ekstrim.
  • Baterai Nikel: Punya performa yang bisa terpengaruh sama suhu ekstrim, terutama pada tingkat pengisian dan pengosongan tinggi.

So, pilihan antara LFP dan baterai nikel tergantung pada kebutuhan dan prioritas aplikasi tertentu ya sobat surya! Kaya keamanan, umur siklus, kepadatan energi, dan biayanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *